Senior Love..

Satu bulan sudah kami menjalani tugas praktek di Panti Werdha PELKRIS. Setiap hari mendengarkan para oma-opa, menghibur mereka, belajar bagaimana memperlakukan mereka dengan Kasih, hormat tapi juga kadang perlu dengan tegas.Sepanjang ingatan, ada satu peristiwa yang hampir setiap hari kusaksikan, dan selalu membuat hatiku meleleh.

And this is the story…

Image

Ada seorang oma, yang sudah duduk di kursi roda, dan tidak bisa lagi berinteraksi dengan lancar. Yang biasa ia lakukan adalah menggoyang-goyangkan tangannya seperti orang bermain kecapi sambil bersenandung dan tersenyum. Itu ia lakukan kepada siapapun yang datang menghampirinya. Kalau kami menjabat tangannya, dia akan mencium tangan kami dan mengusap-usapkan bibirnya di punggung tangan kami (kadang bahkan kemudian menjilatinya..ahh..). Ia selalu duduk berdampingan dengan seorang oma lainnya, yang usianya kini sudah 90 tahun (Wow!) dan masih bisa berjalan, melakukan segalanya sendiri -oma yang satu ini selalu bercerita tentang kejadian ia tertembak bom di jaman perang dulu..tangannya putus 2 hiii…-. Oma inilah yang sehari-hari menyuapi oma yang pertama tadi.. (Bayangkan, betapa luar biasa pelayanan dan kasihnya untuk temannya yang bahkan tak bisa bicara!)

Well, kembali ke oma yang pertama tadi.

Oma ini setiap hari dikunjungi oleh keluarganya, yang tak lain dan tak bukan adalah suaminya. Suaminya masih cukup sehat dan bugar. Suaminya selalu membawakan makanan dan menyuapi si oma SETIAP HARI..hmm..

Suatu hari aku benar-benar mengamati mereka, sampai sang suami selesai menyuapi dan sembari sesekali ia mengobrol dengan anggota kami. Setelah selesai, ia lalu membereskan peralatan makan yang dipakainya untuk menyuapi istrinya. Ia memandangi istrinya, kemudian beranjak berdiri..

Sambil memandangi sang istri, sang suami ini mengusap-usap rambut istrinya itu lalu berkata lembut..

‘Aku tak pulang sek ya..’

-Entah apakah istrinya itu mengerti atau tidak, aku hanya terus terpaku pada sang suami-

Lalu suaminya itu mencium kening istrinya dengan lembut..

‘Besok aku kesini lagi. Pulang sek ya..’

Lalu ia tersenyum ke arah kami dan memindahkan kembali kursi roda istrinya, lalu berpamitan pada para perawat.

Keheningan seketika menyergapku. Ada rasa yang begitu dalam saat aku menyaksikan moment yang barusan kulihat.

I can feel the love, so sincere, so pure… a true moment of unconditional love..

And everytime i remember that moment, my heart always feel the same..

Love..

Ahhhh…

~~Kalau aku bisa berubah jadi es krim, aku pasti meleleh seketika…

>.<‘ Speechless…

%d bloggers like this: