Bittersweet Love

Image

Dan entah,

Sudah berapa malamkah aku seperti ini.

Terdiam membisu. Terpekur.

Tak ada asa yang dapat kutatap,

Namun ada rasa yang kutau masih meradang di dada.

Aku telah mencoba.

Ya. Aku mencoba. Kupikir aku telah berjalan begitu jauh dari tempat ini.

Tempat dimana dulu aku selalu datang,

Kembali dan kembali, meratapimu yang telah pergi.

Logikaku tak pernah mengerti.

Tetapi entah pula mengapa, rasaku pun tak pernah mampu berhenti.

Setiap kali aku merasa aku telah berjalan jauh,

Disana pula aku selalu menyadari bahwa aku,

masih saja kemari. Kembali.

Semalam, aku bertanya kepada Tuhan

Mengapakah ini terjadi

Apakah yang belum kumengerti tentang cinta, sehingga Ia

Masih saja mengjinkanmu datang, mendesak, melesak dari bawah sadarku,

Membangkitkan segala rasa yang berusaha kukunci rapat,

kukubur dalam..

Jika ini cinta,

mengapakah harus banyak yang terluka?

Namun jika ini bukan cinta,

mengapakah perihnya terkadang mampu menjadi manis yang memabukkanku,

menarikku kembali kedalamnya,

berulang kali,

beribu kali.

Cinta.

Tak bisakah kau hanya berupa rasa manis saja?

Agar aku tak lagi menangisimu, meratapimu.

Agar dia yang telah lalu, cukup menjadi manisnya kenangan hidup

Dan agar dia yang kini bersamaku pun cukup menikmati keindahanmu?

Namun sekali lagi kejujuran hati yang melahirkan cerita ini.

Cerita perih, cerita manis, cerita tentang cintaku.

Akan selalu kembali kuulang sekutip kata yang dulu kuucap,

“Aku pernah punya satu cinta. Dan cinta itu kamu.”

Cintaku yang telah lalu,

Terimakasih atas kehadiranmu dalam kisah hidupku.

Seperti bagaimana mulanya aku mengenal cinta,

Aku pun tetap belajar menikmati dan memaknai cinta, darimu.

Dan meski kini kita tidak bersama,

Aku akan mengingat janji yang kau minta.

Aku akan bahagia.

Ya. Aku akan bahagia.

Image

Rain and Hugs

>> Playlist : http://www.4shared.com/mp3/hQ3mmYul/07_Various_Artists_-___Piano_V.html

 

Ada rasa yang sama

Ketika aku mendengar rintik hujan dan sejuknya menemani sendiriku

Rindu yang dalam akan hangatnya pelukanmu.

Kamu, yang tak berkata sepatah kata pun

Cukup dengan senyum dan pelukanmu

Pelukan yang sama,

yang selalu sanggup menghalau dingin, resah, gelisah ataupun takutku

Tahukah kau, rinduku padamu masih sama?

Dengarkah kau saat aku bisikan namamu pada sejuknya angin?

Memang benar bahwa hidup seringkali tak adil

Setidaknya, bagiku..saat ini..

Sebab merindumu adalah getir

Namun, juga manis..

Sekali lagi pada hujan malam ini, aku sampaikan pesan ini..

Aku baik-baik saja. Aku bahagia. Dan aku masih merindukanmu.

Image

Senior Love..

Satu bulan sudah kami menjalani tugas praktek di Panti Werdha PELKRIS. Setiap hari mendengarkan para oma-opa, menghibur mereka, belajar bagaimana memperlakukan mereka dengan Kasih, hormat tapi juga kadang perlu dengan tegas.Sepanjang ingatan, ada satu peristiwa yang hampir setiap hari kusaksikan, dan selalu membuat hatiku meleleh.

And this is the story…

Image

Ada seorang oma, yang sudah duduk di kursi roda, dan tidak bisa lagi berinteraksi dengan lancar. Yang biasa ia lakukan adalah menggoyang-goyangkan tangannya seperti orang bermain kecapi sambil bersenandung dan tersenyum. Itu ia lakukan kepada siapapun yang datang menghampirinya. Kalau kami menjabat tangannya, dia akan mencium tangan kami dan mengusap-usapkan bibirnya di punggung tangan kami (kadang bahkan kemudian menjilatinya..ahh..). Ia selalu duduk berdampingan dengan seorang oma lainnya, yang usianya kini sudah 90 tahun (Wow!) dan masih bisa berjalan, melakukan segalanya sendiri -oma yang satu ini selalu bercerita tentang kejadian ia tertembak bom di jaman perang dulu..tangannya putus 2 hiii…-. Oma inilah yang sehari-hari menyuapi oma yang pertama tadi.. (Bayangkan, betapa luar biasa pelayanan dan kasihnya untuk temannya yang bahkan tak bisa bicara!)

Well, kembali ke oma yang pertama tadi.

Oma ini setiap hari dikunjungi oleh keluarganya, yang tak lain dan tak bukan adalah suaminya. Suaminya masih cukup sehat dan bugar. Suaminya selalu membawakan makanan dan menyuapi si oma SETIAP HARI..hmm..

Suatu hari aku benar-benar mengamati mereka, sampai sang suami selesai menyuapi dan sembari sesekali ia mengobrol dengan anggota kami. Setelah selesai, ia lalu membereskan peralatan makan yang dipakainya untuk menyuapi istrinya. Ia memandangi istrinya, kemudian beranjak berdiri..

Sambil memandangi sang istri, sang suami ini mengusap-usap rambut istrinya itu lalu berkata lembut..

‘Aku tak pulang sek ya..’

-Entah apakah istrinya itu mengerti atau tidak, aku hanya terus terpaku pada sang suami-

Lalu suaminya itu mencium kening istrinya dengan lembut..

‘Besok aku kesini lagi. Pulang sek ya..’

Lalu ia tersenyum ke arah kami dan memindahkan kembali kursi roda istrinya, lalu berpamitan pada para perawat.

Keheningan seketika menyergapku. Ada rasa yang begitu dalam saat aku menyaksikan moment yang barusan kulihat.

I can feel the love, so sincere, so pure… a true moment of unconditional love..

And everytime i remember that moment, my heart always feel the same..

Love..

Ahhhh…

~~Kalau aku bisa berubah jadi es krim, aku pasti meleleh seketika…

>.<‘ Speechless…

%d bloggers like this: