Perjalanan Hidup (Bagian I)

(Background Music : http://mp3skull.com/mp3/celtic_awakening.html)

Sejenak mari kita berdiam.

Menghidup nafas dalam, menutup mata, menenangkan isi batin kita.

Kita semua tahu, bahwa hidup tidak mudah.

Kita semua mengerti bahwa kehidupan ada bukanlah untuk mereka yang lemah.

Kehidupan ada bagi mereka yang me-nguatkan hatinya, mereka yang ber-tahan, mereka yang ber-juang.

Tak ada manusia super yang tak merasakan lelahnya hidup.

Tak ada manusia sempurna yang serba terpenuhi harapannya oleh kehidupan.

Bagiku, kehidupan adalah sebuah perjalanan.

Perjalanan yang panjang, namun selalu menarik untuk terus dijalani.

Terkadang ada masanya aku lelah dan sejenak berhenti dari segalanya. Menetralkan persnelingku dan mematikan mesinku. Sejenak.

Keluar dari kendaraan kehidupanku, dan menghidup dalam nafas dan aroma alam yang ada di sekeliling tempat aku berhenti.

Pantai. Gunung. Hutan. Atau bahkan kota.

Untuk aku sejenak meregangkan urat-urat syaraf yang menegang.

Kemudian tak lupa, menyerap energi kehidupan dari perhentianku, dan kembali menaiki kendaraanku, berjalan maju.

Aku belajar,

bahwa tidak ada perjalanan yang sempurna. Tak ada kehidupan yang sempurna.

Yang ada adalah mata hati yang memandang dengan sempurna.

Menggunakan mata kita dengan tepat di sepanjang perjalanan.

Memandang spion masa lalu seperlunya, dan jeli melihat ke depan. Sesekali tengoklah ke kiri dan kanan untuk melihat warna dalam perjalanan ini.

Putarlah musik yang riang dan menyegarkan jiwa sepanjang perjalanan. Bersenandung dan bernyanyilah. Perjalanan jadi terasa ringan meski sesungguhnya sedang berat dan terhalangi banyak kepentingan orang lain, banyak kendaraan-kendaraan besar yang mungkin memotong jalan kita seenaknya.

Seperti layaknya kendaraan, jangan lupa untuk mengecek keadaannya secara berkala.

Kemana lagi jika bukan kepada Dia yang menciptakan, yang mengerti dan menyusun setiap rangka kendaraan kehidupan ini, yang tak lain dan tak bukan adalah diri kita.

Dari Dia kita tercipta, Dia ada di sepanjang jalan untuk memperbaiki setiap sparepart jiwa kita yang rusak, bahkan dia menyediakan semua suku cadang baru yang kita butuhkan, kapanpun.

Dia sekaligus penunjuk jalan yang baik, yang tidak akan pernah menyesatkan kita ke tempat yang membahayakan perjalanan kita.

Dia juga adalah penyedia bahan bakar terbaik bagi kendaraan hidup kita.

Kita ada oleh Dia, berjalan didampingi olehNya dan berjalan menuju ke tempat yang hanya diketahui olehNya.

“Semua manusia,

dalam kedalaman jiwanya,

terlepas dari segala kemampuan intelektualnya,

merindukan satu hal yang sama.

Bersatu dengan penciptanya.

Itulah inti dari setiap perjalanan, inti dari setiap tujuan, inti dari kehidupan.

Dan hal itu jugalah yang kita kenal sesungguhnya lewat kata : Bahagia.”

– VerenaIka.

Image

Bersambung..

Advertisements

%d bloggers like this: